MESIN HELER-AN SEMAKIN SEPI PEMINAT

Kekeringan panjang yang melanda wilayah selatan Kabupaten Tasikmalaya menjadikan banyak petani yang gagal panen, bahkan sebagian para petani lebih memilih membeli beras dari pada bercocok tanam yang hanya memakan kerugian semata.

184 hektar sawah di Desa Kalapagenep pada tahun 2018 tepatnya dari bulan Maret s/d September mengalami kekeringan dan tidak ada turun hujan, yang mengakibatkan sawah para petani kering. Bukan hanya itu dampak dari musim kemarau itu banyak para petani yang beralih propesi ke berkebun dan bekerja serabutan lainnya. Sampai salah satu perusahaan giling padi banyak yang tutup dikarnakan tidak adanya masyarakat yang menggiling padi.

Bapak __Mirin*40 Tahun, salah satu pemilik Mesin gilingan padi, Beliau menyebutkan jikalau biasanya ada 4 s/d 10 kuintal dalam sehari yang datang untuk menggiling padi ke padanya, sekarang hanya 1 atau 2 kuintal kadang tidak ada sama sekali dalam setiap harinya yang giling padi. Itu sebabnya banyak pabrik pabrik giling yang tidak beroprasi setiap hari.

Namung tidak mengurangi semangat bapak mirin untuk untuk selalu membuka pabrik gilingan padinya setiap hari, Beliau memaparkan ada 1-2 karung yang giling padi beliau tetap melayaninya. Karna dari mesin penggilingan padi lah dia mencari nafkah. Beliau juga mengatakan mudah-mudahan untuk ke depan minat masyarakat untuk bertani tumbuh kembali sesuai turun nya hujan yang mulai datang. #Dikutif dari pembicaraannya pada 25 November 2018#

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan